Admin Welas Asih

Criminal Profiling: Ketika Psikologi Bertemu Dunia Kriminal

Pernah nggak sih kamu nonton film atau drama kriminal, di mana ada polisi super jenius yang bisa nebak siapa pelaku cuma dari bekas-bekas kecil di TKP? Biasanya adegan kayak gini dibuat dramatis banget, biar kita ikut penasaran ngikutin alur pikir si tokoh sampai akhirnya bisa menangkap tersangka. Nah, teknik keren ini dikenal sebagai criminal profiling. […]

Criminal Profiling: Ketika Psikologi Bertemu Dunia Kriminal Read More »

Internalized Beauty Standards: Saat Kita Menilai Diri Lewat Mata Orang Lain

Pernah nggak sih kamu merasa kurang cantik setelah lihat foto-foto influencer atau artis di media sosial? Atau tiba-tiba pengen banget ubah penampilan supaya mirip mereka? Kalau iya, bisa jadi kamu sedang mengalami yang namanya internalized beauty standards. Internalized beauty standards itu adalah kondisi saat kita, tanpa sadar, menerima standar kecantikan yang dibentuk sama masyarakat atau

Internalized Beauty Standards: Saat Kita Menilai Diri Lewat Mata Orang Lain Read More »

Mengenal Desensitisasi: Dampak Paparan Berulang pada Perasaan dan Empati

Pernah nggak sih kamu merasa biasa aja saat melihat adegan kekerasan di film, berita, atau media sosial, padahal dulu hal kayak gitu bikin kamu nggak nyaman? Kalau iya, bisa jadi kamu lagi mengalami desensitisasi. Ini adalah kondisi saat kita jadi kurang peka terhadap sesuatu karena terlalu sering terpapar. Dalam psikologi, desensitisasi sering dibahas dalam konteks

Mengenal Desensitisasi: Dampak Paparan Berulang pada Perasaan dan Empati Read More »

Kamu Pernah Asbun? Ketika Jempol Sat-Set, tapi Pikiran Ketinggalan

“Mukanya Magrib banget!” “Pake filter mulu, pasti aslinya jelek” Media sosial saat ini memberikan ruang berekspresi bagi siapa saja. Setiap orang memiliki hak yang sama untuk menyuarakan dirinya melalui berbagai platform yang tersedia. Namun, di balik kebebasan tersebut, muncul fenomena baru, yaitu “asbun” atau asal bunyi. Asal bunyi merupakan perilaku di mana netizen — sapaan

Kamu Pernah Asbun? Ketika Jempol Sat-Set, tapi Pikiran Ketinggalan Read More »

Curhat ke AI: Apakah Bisa Menggantikan Psikolog?

“Halo GPT, kenapa ya akhir-akhir ini aku sering capek?” “Dear Deepseek, menurutmu kalau aku sedih terus termasuk depresi ga?” Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, Artificial Intelligence (AI) kini mulai merambah dunia kesehatan mental. Mulai dari chatbot berbasis AI hingga analisis media sosial untuk mendeteksi gejala awal krisis psikologis, AI menawarkan cara baru bagi banyak

Curhat ke AI: Apakah Bisa Menggantikan Psikolog? Read More »

Having a Crush is Weird: Ketika Cinta Bikin Kita Auto Absurd

“Having a crush is weird, masa tiba-tiba aku jadi suka senyum-senyum sendiri?”“Having a crush is weird, like wdym tiba-tiba jadi suka ngikutin hobi doi?” Pernahkah kamu mendengar ungkapan tersebut atau yang sejenisnya? Ya, kalimat di atas sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu. Tren ini berisi cerita para netizen tentang pengalaman pribadi mereka yang

Having a Crush is Weird: Ketika Cinta Bikin Kita Auto Absurd Read More »

Ketika Empat Generasi Bertemu: Seni Menciptakan Harmoni di Tempat Kerja

Saat ini, dunia kerja tidak lagi didominasi oleh satu generasi. Banyak perusahaan kini memiliki karyawan lintas generasi, mulai dari Baby Boomers, Generasi X, Generasi Y (Millennials), hingga Generasi Z yang baru memasuki dunia kerja. Setiap generasi membawa pandangan dan karakteristik yang berbeda terkait nilai kerja, gaya komunikasi, pendekatan terhadap otoritas, hingga cara mengelola keseimbangan hidup-kerja.

Ketika Empat Generasi Bertemu: Seni Menciptakan Harmoni di Tempat Kerja Read More »

Dari Rumah ke Kantor: Bagaimana Konflik Keluarga Menggerus Kinerja dan Kesejahteraan

Dalam kehidupan pekerja saat ini, pekerjaan kantor bukan lagi menjadi satu-satunya prioritas, melainkan harus seimbang dengan tanggung jawab terhadap keluarga. Kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan antara kehidupan keluarga dan pekerjaan kini menjadi topik hangat yang sering dibicarakan. Meskipun keduanya memiliki konteks yang berbeda, kenyataannya, kondisi keluarga dapat memengaruhi pekerjaan, termasuk kinerja dan kesejahteraan karyawan. Moreira,

Dari Rumah ke Kantor: Bagaimana Konflik Keluarga Menggerus Kinerja dan Kesejahteraan Read More »

Self-Compassion: Rahasia Bertahan dan Berkembang di Dunia Kerja Modern

Di era modern ini, tuntutan yang dihadapi para pekerja semakin berat. Ketidaksesuaian antara upah dan beban kerja, tekanan produktivitas tinggi, rendahnya penghargaan, hingga ketidakpastian ekonomi global, berisiko menimbulkan distress psikologis dalam diri karyawan. Ketika kondisi ini dibiarkan, karyawan berisiko mengalami penurunan motivasi, kesejahteraan mental, hingga produktivitas. Di tengah semua tekanan tersebut, satu kemampuan psikologis terbukti

Self-Compassion: Rahasia Bertahan dan Berkembang di Dunia Kerja Modern Read More »

Kenapa Rasa Aman Secara Psikologis Menjadi Kunci Tim Hebat dan Inovatif?

Apakah kamu pernah merasa enggan untuk menyampaikan pendapat atau takut untuk melakukan kesalahan saat bekerja? Jika pernah, maka kamu tidak sendiri. Banyak karyawan lain yang masih merasa cemas terhadap penilaian negatif dari rekan atau atasan sehingga mereka lebih memilih untuk diam. Hal ini lah yang menjadi alasan mengapa keberadaan psychological safety atau rasa aman secara

Kenapa Rasa Aman Secara Psikologis Menjadi Kunci Tim Hebat dan Inovatif? Read More »

Scroll to Top